Kematian
Bumi berbelasungkawa
Awan menumpahkan air mata
Guntur menggelegar meronta
Karena perginya ayahanda tercinta
Seakan dunia kehilangan warna
Dan makanan kehilangan rasa
Mulut tidak bisa tertawa
Putus oleh kematiannya
Kematian adalah tamparan nyata
Bagi dia dan bagi kita
Bahwa kehidupan ini fana
Menunggu waktu kembali pada-Nya