Nikmat
Sore hari langit kupandang
Sebuah atap tanpa tiang
Yang dihiasi planet dan bintang
Begitu indah, dari pagi hingga petang
Ku lihat awan
Terbang tinggi dengan perlahan
Terlihat begitu ringan
Padahal berat tak terbayangkan
Ku lihat gunung merapi
Yang menjadi pasak di bumi
Menjaga lempengan ini
Agar tak kesana kemari
Wahai manusia budiman
Nikmat mana yang kau dustakan?
Mata yang memandang panorama
Hidung yang menghirup udara
Lidah yang nikmat merasa
Sungguh kita tak punya alasan
Untuk mengingkari nikmat
yang telah diberikan