Siapa yang bisa disalahkan?
Siapa yang bisa
Menyalahkan rasa?
Dia datang tiba tiba
Tanpa persetujuan kita
Apakah setelah itu
Kau menyalahkan
Yang jatuh cinta?
Mereka pun tahu
Menahan rasa tapi tak mampu
Siapa yang bisa menyalahkan?
Jika rasa, muncul seperti tumbuhan
Merambat dan mengikat diri
Sakit perih, tak tahan lagi
Banyak yang menyampaikan
Demi hilang rasa sakit tak tertahankan
Kemudian mereka pacaran
Terbang tinggi lupa daratan
Akan jatuh dan meluncur bebas
Hati remuk menjadi kebas
Sesungguhnya mereka lupa
Agama selalu berkata
Jauhilah zina
Dari tangan, lisan, dan mata
Sesungguhnya pacaran
Merupakan suatu jalan
Hadir untuk menjerumuskan
Siapa saja yang disesatkan
Setan tertawa melihat mereka
Ditipu nikmat penjara dunia
Tapi, aku pun heran
Dengan diri yang baperan
Melihat mereka yang pacaran
Timbul iri yang amat mendalam
Ketahuilah, kawan
Perasaan adalah keumuman
Bahwa kita manusia yang normal
Menyukai lawan jenis, adalah normal
Tapi pacaran, tidaklah moral
Konsekuensinya amatlah brutal
Tapi rasa hadir untuk disimpan
Disimpan, disimpan, dan disimpan
Hingga waktu yang pas tiba
Untuk menikah dengan dirinya
Sekarang kutanya kembali
Pertanyaan di awal bait
Siapa yang bisa disalahkan?
Yang mengambil langkah
untuk pacaran